Aku sedang berada pada titik dimana semuanya tidak baik-baik saja. Ketika aku dipaksa belajar untuk menjadi dewasa. Ketika belajar menerima adalah pilihan pahit yang harus aku telan lebih dari satu kali dalam sehari. Yang sebenarnya pada usia seperti ini seharusnya aku bisa melakukan apapun tanpa memperdulikan aturan, tanpa perlu menjadi deawsa dalam keadaan terpaksa.
Keegoisan aku saat ini adalah memikirkan perasaan sendiri tanpa berpikir bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi.
Mental sudah aku siapkan sejak permasalahan semakin rumit.
Dan yang setiap hari harus aku lakukan adalah bersandiwara didepan orang-orang bahwa semuanya baik-baik saja. Lalu tersenyum dan tertawa disaat paling ingin menangis sudah bisa aku lakukan dengan baik.
Aku seperti kotak pengumpul duka, sulit rasanya percaya dan memilih seseorang untuk berbagi duka.
Semakin hari berjalan, seiring waktu berputar, semakin itu pula aku mau berdamai dengan keadaan.
Sebesar apapun luka, cukup percayakan semuanya pada waktu. Karena hidup itu cuma perkara menjalani apa yang telah aku setujui atas kontrak dengan Tuhan. Sampai kontrak itu habis maka selesai.
dengan kesabaran yang luar biasa
'cianjur 20 maret 2013 :)
Selasa, 19 Maret 2013
Jumat, 15 Maret 2013
Ada perubahan, entah itu sebuah tanda rasa kejenuhan dari kamu?
Tau ga didalam suatu hubungan itu pasti ada pahitnya ga akan selalu terasa manis kan, ya kan?
Tapi kali ini aku bukan merasakan pahit atau manisnya, tapi kali ini aku benar benar merasa ada yg beda, ada yg ngeganjel yg sebenernya mau banget aku gebrak tp aku sendiri jg ga tau apa yg harus aku gebrak dan perubahan apa yg sebenrnya terjadi ?
Jika kejenuhan sudah mampir di benak mu, itu wajar dan memang wajar sekali.
Sabtu, 02 Maret 2013
Langganan:
Komentar (Atom)